menulis sebelum tidur hari kedua.
Niat baik selalu saja banyak rintangannya, setiap aku akan menulis ada saja hal yang menghalanginya. Dengan susah payah kucoba menulis lagi walaupun tanpa beraturan namun tetap ku usahakan supaya menjadi sebuah tulisan.
Menulis itu memang berat kalau tidak kita biasakan, tapi kalau sudah memulainya untuk memberhentikan nya akan susah. Banyak kata-kata yang berterbangan yang penting dapat ditulis dan kita mengerti akan maksudnya.
Seperti biasanya sepulang sekolah aku membantu suami untuk menjaga ruko, memang agak repot juga kalau sudah agak sore, karena biasa tempat kami sore sampai jam 8 malam itu akan banyak sekali pengunjungnya.
Sudah hampir maghrib aku baru bisa mandi, belum selesai aku berkemas. Tiba-tiba salah seorang murid ku waktu SMP dulu datang kerumah dengan membawa sayuran hasil panen kebunnya.
Ya Allah terima kasih akan nikmatmu, siswaku yang 14 tahun sudah masih mengingat ku. Bukan bawaannya yang nilai tapi ketulusan keluarganya yang membuatku terkesan.
Banyak sekali murid-muridku yang dulunya masih bersilaturahmi dan diantara kami berkomunikasi. Kalau sudah sekian lama namun takkan terlupakan.
Anak-anakku ibu mohon maaf atas segala kekurangan yang telah Ibu lakukan selama ini. Semoga tidak menjadi beban buat kita di akhir kelak.
Malamnya selesai sholat Magrib aku melihat begitu banyak sekali chat masuk di WA, ternyata salah seorang teman waktu SMA, menanyakan tentang karyaku yang sudah lama aku posting.
Ternyata dia tertarik dengan buku-buku yang telah kuterbitkan. Dengan mudahnya dia mengatakan tolong kirimkan masing-masing satu buku ke alamat aku di Bandung dan total biaya serta nomor rekeningnya.
Comments
Post a Comment