Mas Nadiem membaca masa depan pendidikan Indonesia
MAS
NADIEM MEMBACA MASA DEPAN PENDIDIKAN INDONESIA
Tepatnya
setelah pelantikan para menteri kabinet pak Jokowi perode 2019-2014, yang jadi
sorotan adalah seorang menteri termuda yaitu menteri pendidikan dan kebudayaan
usianya masih tergolong muda untuk tingkat menteri yaitu 35 tahun, yang
menyebabkan beliau jadi buah bibir adalah karena selama ini yang menjadi menteri
pendidikan adalah orang sudah tua dan memiliki segudang gelar dibidang pendidikan.
Lain hal nya dengan menteri pendidikan yang baru ini dialah yang di kenal
dengan Nadiem Makarim. Beliau seorang pengusaha muda termasuk 150 orang terkaya
di Asia Tenggara, bukan berlatar belakang pendidikan atau tidak bergelut di
dunia pendidikan selama ini. beliau membuka usahanya bermula di bidang
transportasi yaitu Gojek. Selamat datang di dunia pendidikan Pak, semoga
membawa pembaharuan dan bagi Indonesia maju.
Sebagai
mana yang pernah kita dengar di pusat berita CNN Indonesia, alasan terpilihnya
jadi menteri pendidikan adalah karena dirinya lebih mengerti tentang apa yang
akan terjadi di masa depan. Ia menyebutkan selama ini telah bergelut dengan
bisnis yang membidangi masa depan. “walaupun saya bukan dari sektor pendidikan
adalah satu saya lebih mengerti, belum tentu mengerti, tapi lebih mengerti apa
yang akan ada di masa depan kita” sebagai mana di sampaikan Nadiem di komplek
Istana kepresidenan Jakarta, Rabu
(23/10)
Pada
kesempatan lain Nadiem juga mengatakan kebutuhan lingkungan pekerjaan di masa
depan sangat berbeda dan berubah.
Pendiri Gojek itu mengaku akan berupaya menghubungkan institusi
pendidikan dengan kebutuhan yang ada di luar lingkungan pendidikan. Menurut Nadiem dalam system pendidikan Indonesia yang sangat
besar dengan 300 ribu sekolah dan 50 juta murid, peran technology sangat di
butuhkan. Disisi lain pihaknya akan mendorong inovasi baru dilingkungan kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
Ia
pun meminta generasi Milenial untuk berperan aktif dalam berbagai inovasi yang
akan dilakukannya sebagai menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Nadiem mengklaim
sebagai perwakilan milenial dalam kabinet Indonesia Maju. Bagaimana kang Nadiem
membaca masa depan pendidikan di Indonesia ini sangat menentukan masa depan
bangsa. Sekarang kita dengar berita dan pernyataan para pengamat pendidikan,
bahwa tiap tahunnya SMK menghasilkan pengangguran tertinggi. Hal itulah yang
menjadi tantangan buat menteri kita yang baru ini.
Masaalah
pendidikan di Indonesia sangat komplek, mulai dari banyaknya jumlah mata pelajaran
yang harus di kuasai siswa, pembuatan RPP yang begitu banyak menghabiskan
kertas. Contoh, untuk satu RPP saja bisa menghabiskan 15 lembar kertas, belum
lagi system penilaian yang selalu berubah-ubah. Coba kita hitung seperti pada
mata pelajaran bahasa Inggris tingkat SMK. Di kelas XI kita ada 13 KD yang akan
di tuntaskan. 1 KD 1 RPP, 1 RPP menghabiskan minimal 15 kertas, kita punya 13 KD jadi, 15 lembar di kalikan
13 RPP adalah 195 lembar kertas, itu belum termasuk lembar penilaian, belum
lagi silabus, anlisis KI,KD, lembar analisis ketuntasan belajar dan yang
lainnya. Jadi biasanya untuk satu tahun pembelajaran saya menghabiskan kertas minimal
satu rim, pada tiap tingkat yang saya ajar. Tiga tingkat saya mengajar berarti
tiap tahun saya menghabiskan kertas untuk Perangkat pembelajaran tiga rim
kertas. Coba ada berapa mata pelajaran dan ada berapa jumlah guru yang ada di
Indonesia? Hal itu akan menghabiskan kertas dalam jumlah yang banyak sekali, itu
juga akan menghabiskan bahan utama kertas tersebut (pohon) sebanyak apa ?
Selanjutnya
mengenai data SDM dan kependidikan, alangkah baiknya jadi satu sumber saja (one for all), atau di bangun satu system
integral, antara DAPODIK, Guru Pembelajar, akreditasi, PMP dan SNP. Karena
dalam bulan yang sama kadang kita harus mengirim berkas yang sama ke dinas
provinsi dua kali bahkan lebih. Karena
kami perhatikan bidang apa yang membutuhkan data suatu sekolah dinas akan
mintak agar sekolah mengirim berkas soft copy dan print out, selanjut bidang
lain di dinas juga membutuhkan data yang sama maka dinas akan mintak agar
sekolah mengirim data lagi pada hal datnya sama.
Seperti
baru-baru ini terjadi pada sekolah saya dan diri saya sendiri, para guru yang
sudah punya sertikat pendidik harus mengirim info GTK yang sudah valid ke dinas
pendidikan berkaitan dengan pengusulan penerbitan SKTP, sementara pada sekolah
yang sama ada beberapa orang guru yang belum valid datanya, pada hal data
tersebut sudah berulang-ulang di perbaiki operator sekolah namun masih belum
berobah. Data yang sudah valid ini diantar duluan ke dinas pendidikan yang
jaraknya boleh lah di katakan cukup jauh mengahabiskan waktu satu hari
perjalanan dengan mobil. Nanti kalau sudah valid yang tertinggal tadi harus antar
juga ke dinas pendidikan. Pada hal yang menyebabkan belum valinya data tersebut
adalah tentang kepangkatan guru terbaru (guru yang naik pangkat). Data di
DAPODIK sudah pangkat terbaru sementara data di BKN masih data lama. Sebagai
mana kita ketahui kenaikan pangakat ini BKN lah yang menerbitkan SKnya. Tapi
data di BKN pula yang belum sesuai dengan pangkat terbaru. Oke kalau masih di
tahun yang sama, ini naik pangkat sudah bulan Oktober 2018 sekarang juga sudah
bulan Oktober 2019 setahun sudah tapi data masih belum sesuai. Kenapa hal itu
masih saja terjadi?
Sebagai
mana kita ketahui di era digital ini kita sudah di mudahkan dengan
berkembangnya Teknologi dari barang elektrik sampai bermunculannya berbagai
aplikasi. Seperti munculnya social media
: face book, instagran, what app, twitter, Gplus, Printerest, Path dan yang
lainnya. Seperti telegram adalah sebuah
aplikasi yang ringan memungkinkan pengguna mengirim data dalam bentuk dokumen,
PDF, Word, Excel, photo, video tanpa
menetapkan size file yang akan di kirim juga bisa mengirim lokasi dengan mudah.
Telegram ini merupakan sebuah aplikasi yang ringan, cepat, tidak ada iklan
dangratis selamanya. Dalam telegram ini kita bisa membuat group dalam jumlah
besar yang isinya hingga 5000 orang atau member. Telegram ini bisa juga kita
gunakan dengan PC atau computer sangaat banayak sekali manfaat dan
kegunaannya. Dengan telegram ini kita
tidak usah khawatir akan membuat memori pada smart phone karena ruang
penyimpanannya di cloud. Telegram lebih ringan dan ukuran aplikasi sangat
sedikit. Telegram ini bisa di akses
secara bersamaan di berbagai perangkat. Telegram punya fitur Bot yaitu akun
yang di jalankan dengan aplikasi bukan orang. Bot dapat melakukan apa saja mencari lagu, film dll, broadcasting dan apa
saja aktifitas internet. Telegram lebih aman untuk penggunaan biasa, juga
memiliki fitur sceat chat yang jauh
lebih aman.
Kami
para pendidik di Nusantara menunggu terobosan baru di dunia pendidikan.
Sehingga pendidikan di Nusantara ini tidak jauh tertinggal dari pendidikan di
negara maju. Sebagai mana kita ketahui Negara kita terbentang luas dari sabang
sampai merauke, yang terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil, sehingga begitu
sulit untuk saling komunikasi dan berkolaborasi kalau tidak di dunia maya.
Negara kita Negara kaya alamnya subur namun rakyatnya belum makmur.
Sekarang
para guru sudah banyak mengupdate dan mengupgrate diri agar tidak jauh
tertinggal, namun masih banyak rintangan yang di alami dengan kurangnya saran
dan prasarana. Profesi guru adalah salah satu jabatan atau suatu pekerjaan yang
memiliki tugas utama, dimana tugas utamanya ialah mendidik, mengarahkan,
menuntun, membina serta mengevaluasi peserta didiknya. Peran seorang guru dalam
pendidikan sangatlah penting, dimana peranan seorang guru mampu mempengaruhi
kualitas dari pada sistem kependidikan yang ada di Negara kita ini yaitu
Indonesia. Itu sebabnya seorang guru dituntut, supaya benar-benar memiliki
kemapuan sebagai mana layaknya guru profesional.
Guru adalah profesi yang
mempersiapkan sumber daya manusia untuk menyongsong pembangunan bangsa dalam
mengisi kemerdekaan. Guru dengan segala kemampuannya dan daya upayanya
mempersiapkan pembelajaran bagi peserta didiknya. Sehingga tidak salah jika
kita menempatkan guru sebagai salah satu kunci pembangunan bangsa menjadi
bangsa yang maju dimasa yang akan datang. Memang sukses atau tidaknya seorang
guru dalam pembelajaran tidak dapat di lihat langsung pada waktu dekat,
sebagaimana layaknya seorang dokter. Guru imbasnya beberapa tahun kemudian.
Kita semua tahu apapun profesi yang lakukan seseorang semua ilmunya berawal
dari guru. Dapat dibayangkan jika guru
tidak menempatkan fungsi sebagai mana mestinya, bangsa dan negara ini akan
tertinggal dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian waktu tidak
terbendung lagi perkembangannya. Salah satu bentuk untuk menjadikan guru di
Indonesia ini lebih maju yakni guru harus mengembangkan profesinya.
Ilmu pendidikan
mempersoalkan tentang tumbuhnya pendidikan, tentang tujuan pendidikan, alat-alat
pendidikan, dan praktek pendidikan. Dengan demikian dapat diketahui bahwa salah
satu fungsi ilmu pendidikan adalah menguraikan persoalan-persoalan pokok
tentang pendidikan. Uraian mengenai pokok-pokok tentang pendidikan itu amat
berguna bagi para pendidik dan calon pendidik. Sebab, dengan pengetahuan
tersebut para pendidik dan calon pendidik dibekali dengan pengetahuan tentang
bagaimana seharusnya mendidik. Pengetahuan tentang pendidikan dan ilmu
pendidikan tersebut menjadi pedoman, menjadi pengontrol atau pengawas bagi para
pendidik dan calon pendidik. Kecuali itu, fungsi ilmu pendidikan adalah untuk
pembentuk pribadi para pendidik dan calon pendidik, sebab dengan mempelajari
ilmu tersebut, mereka, pendidik dan calon pendidik, dituntut untuk berpikir kritis
dan logis, berperasaan tajam dan berkemauan keras. Sebagai suatu program
pendidikan profesional, ilmu pendidikan memuat sejumlah bidang pengajaran,
terdiri atas konsep dasar kurikulum, program pengajaran, pengelolaan kegiatan
belajar-mengajar media pendidikan, penetaian dalam belajar-mengajar, serta pengelolaan
kelas. Program ini harus ditempuh oleh semua siswa calon guru yang mengarah
pada pencapaian tujuan institusional, kurikuler, dan instruksional sebagaimana
ditetapkan dalam kurikulum.
Perkembangan Profesi Kependidikan saat ini. Secara kuantitatif kita dapat mengatakan bahwa
pendidikan di indonesia telah mengalami kemajuan. Namun demikian, keberhasilan
dari segi kualitatif pendidikan di Indonesia belum berhasil membangun karakter
bangsa yang cerdas dan kreatif, apalagi yang unggul. Banyak lulusan lembaga
pendidikan formal, baik dari tingkat sekolah menengah maupun. dari perguruan
tinggi, terkesan belum mampu mengembangkan kreativitas dalam kehidupan mereka.
Lulusan sekolah menengah sukar untuk bekerja di sektor formal, kerena belum
memiliki keahlian khusus. Bagi sarjana, mereka yang dapat berperan secara aktif
dalam bekerja di sektor formal terbilang hanya sedikit. Keahlian dan
profesionalisasi yang melekat pada suatu lembaga pendidikan tinggi terkesan
hanyalah simbol belaka, lulusannya tidak profesional. Pertanyaannya adalah
mengapa posisi Indonesia tidak kalah bersaing, baik dari segi ekonomi,
pendidikan, dan bidang-bidang lainnya dalam pembangunan? Jawabannya tentu banyak
variabel yang sangat menentukan keberhasilan pembangunan. Mungkin banyak
orang menjawab bahwa kurangnya daya saing bangsa ini karena keterpurukan
bangsa kita, baik secara politik, ekonomi, maupun sosial budaya. Analisis
seperti itu tentu tidak salah, tetapi mendudukkan krisis sebagai salah satu
determinan tidaklah tepat. Apabila kita telaah lebih dalam, ada faktor yang lebih
fundamental sebagai penyebab keterpurukan kita, yaitu ketidakberhasilan
pendidikan nasional kita. Kualitas manusia Indonesia memang masih jauh dari memadai
untuk bersaing dengan manusia atau bangsa-bangsa lain. Pertanyaan kemudian adalah, apakah endidikan kita belum
memberi andil? Jawaban sesungguhnya adalah hari ini kita sedang menuai dampak
jangka panjang atas ketidakberhasilan pendidikan. Ini adalah akibat dari
perjalanan pendiidikan 20-25 tahun silam. Selama ini kita kurang
sungguh-sungguh mengurus pendidikan dan hari ini kita tengah menuai dampaknya. Lantas
bagaiman kita memperbaiki semua ini? Setidaknya ada sebelas hal yang dapat
dijadikan isu kritis yang harus dipertimbangkan, baik oleh jajaran birokrasi
pendidikan maupun masyarakat umum dalam menata pendidikan yang unggul di masa
yang akan datang. Pertama, guru harus profesional. Kedua, melakukan perubahan
atas kesalahan pendidikan. Ketiga, kelayakan mengajar dan kesejahteraan guru.
Keempat, efisiensi pemanfaatan anggaran pendidikan. Kelima, depolitisasi
kebijakan pendidikan. Keenam, rekonstruksi organisasi. Ketujuh, peningkatan
taraf hidup pendidik. Kedelapan, memposisikan penjabat pendidian adalah mereka
yang profesional. Kesembilan, rekrutmen tenaga guru harus profesional dan
kompeten. Kesepuluh, memberikan tunjangan layak hidup bagi guru yang masuk
purnatugas. Dan kesebelas, mengarahkan siswa ke pendidikan yang sesuai dengan
kompetensinya. Bahwa hak asasi manusia, termasuk hak-hak guru, merupakan hak
dasar yang secara koderati melekat pada diri manusia, bersifat universal dan
langgeng. Oleh karena itu hak-hak manusia, termasuk hak-hak guru harus
dilindungi, dihormati, dipertahankan dan tidak boleh diabaikan, dikurangi atau
dirampas oleh siapapun.
Dharmasraya, 28 Oktober 2019
Yudesra
Semoga pendidikan Indonesia semakin Menggeliat.
ReplyDelete